Mengolah Bahan Makanan

Sumber: ???

Mengolah Ikan

  • Ikan bisa dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu seawater (ikan air laut), freshwater (ikan air tawar), preserved fish (ikan awetan), dan shellfish (kerang, kepiting, udang, cumi).
  • Kunci utama mengolah ikan harus segar. Tanda-tanda kesegaran ikan lebih mudah dilihat dalam bentuk ikan utuh. Matanya lembab, cerah, dan menonjol. Insangnya bersih berwarna merah cerah. Badannya kenyal. Kulitnya mengkilap dan basah jika disentuh. Baunya segar dan tidak busuk.
  • Ikan termasuk bahan makanan yang mudah busuk karena itu beli ikan dalam keadaan sesegar mungkin dan siangi segera. Cuci bersih dan masak segera dengan teknik memasak yang praktis dan cepat. Sebab, jika ikan dimasak terlalu lama daging akan keras dan kering.
  • Untuk ikan yang banyak mengandung lemak, seperti makarel dan salmon, akan lebih mudah busuk daripada ikan putih yang tidak begitu berlemak, karena minyak pada ikan tersebut yang membuat ikan cepat menjadi busuk.
  • Jika ikan akan disimpan di freezer, bungkus ikan dalam kantong plastik atau wadah khusus sehingga aromanya tidak mengganggu bahan makanan lain.

*****

Mengolah Daging Sapi

Santapan berbahan dasar daging selalu lezat dan mengundang selera makan. Daging juga sangat luwes diolah menjadi berbagai macam sajian. Tapi, cara pengolahannya harus tepat, lo. Jika tidak, maka daging tak lagi jadi makanan yang lezat.

  • Pastikan membeli daging di tempat yang bersih dan ada terjamin kesehatannya.
  • Bersihkan daging segera begitu sampai di rumah. Cuci daging di bawah air mengalir agar kotoran larut bersama air.
  • Cuci selalu tangan sebelum dan setelah mengolah daging.
  • Pastikan peralatan masak dan area masak bersih. Cara ini untuk menghindarkan daging terkontaminasi bakteri.
  • Cairkan daging yang telah beku sebelum dimasak, dan jangan dimasukkan kembali sisa daging ke dalam freezer. Cukup simpan daging dalam lemari pendingin.
  • Belilah daging sapi yang berwarna merah cerah, aromanya segar dan tidak mengandung kotoran.

PILIH BAGIAN YANG TEPAT
Agar hasil masakan maksimal, pilih bagian daging yang tepat.

  • Untuk hidangan rebus, seperti soto atau rawon, pilih daging dari bagian lamusir yang mengandung sedikit lemak.
  • Untuk kaldu, pilih daging bagian paha atau tulang.
  • Untuk rendang, pilih daging bagian paha, karena daging ini tidak mudah hancur.
  • Untuk hidangan tumis, yang tidak memerlukan waktu memasak yang lama, pilih daging has. Daging has ini cocok juga untuk hidangan daging gulung.
  • Untuk steak, pilih daging yang dipotong khusus untuk steak yang biasanya diambil dari bagian has.

CARA MENYIMPAN DAGING

  • Masukkan daging dalam lemari pendingin, sampai rasa dingin mengalir rata hingga bagian dalam daging.
  • Setelah itu baru masukkan daging ke dalam freezer. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi pembusukan di bagian dalam daging atau hanya beku di bagian luar.
  • Periksa selalu temperatur pada lemari pendingin/freezer.

*****

Mengolah Udang
Tak hanya daging sapi dan ayam, udang pun sangat luwes untuk direka-reka menjadi beragam masakan. Dikukus, ditumis, digoreng, dipanggang atau direbus.Proses memasaknya juga tak lama.

  • Jangan terlalu banyak menambahkan bumbu kala memasak udang karena akan merusak aroma dan penampilan udang.
  • Pilih udang yang masih dalam keadaan segar: badannya tidak lembek, tidak berbau busuk, warnanya segar.
  • Bila memakai udang beku, pindahkan dulu udang ke dalam lemari pendingin semalaman sampai esnya lumer.
  • Udang juga jangan dimasak terlalu lama atau matang, karena citarasanya akan menjadi hambar.

*****

Mengolah Daging Ayam

  • Pilih ayam potong yang segar, yaitu warnanya putih kekuningan, dagingnya kenyal, dan aromanya segar.
  • Siangi ayam hingga bersih agar masakan beraroma enak dan tidak amis.
  • Setelah ayam disiangi, cuci di bawah air mengalir agar semua kotoran hilang. Tiriskan dengan baik.
  • Lumuri ayam dengan air jeruk nipis atau jahe parut untuk menghilangkan aroma amis ayam. Diamkan 10 menit, lalu tiriskan.
  • Setelah disiangi, dapat juga dibakar di atas bara api untuk menghilangkan aroma amis dan bulu-bulu halus yang masih menempel pada ayam. Sebelum diolah, lipat sayap ayam, agar bentuknya tetap cantik.
  • Saat dimasak, daging ayam akan mengeluarkan air. Untuk itu, jumlah cairan yang dituangkan harus dilakukan bertahap agar masakan tak terlalu banyak air.

MENGOLAH HATI AYAM DAN AMPELA

Hati dan ampela ayam merupakan jeroan ayam yang paling sering diolah sebagai lauk.

  • Pilih hati ayam yang warnanya terang dan merata, tidak ada tonjolan atau bercak di permukaannya.
  • Jika bisa, pilih yang ukurannya sama.
  • Sebelum dicuci, bersihkan atau angkat lemak tebal yang menutupi ampela dan hati ayam. Untuk hati ayam, angkat juga empedu yang ada di bagian bawah. Cuci hingga bersih lalu tiriskan.
  • Untuk mengurangi aroma yang agak anyir, lumuri hati dan ampela dengan air jeruk nipis dan biarkan minimal selama 30 menit. Kecuali mengurangi bau, rasa asam jeruk juga membuat cepat lunak. Bilas dengan air bersih lalu tiriskan.
  • Ampela ayam lebih liat dan lama empuknya. Sedangkan hati ayam lebih cepat lunak. Karena itu ada baiknya rebus ampela dalam air mendidih selama beberapa saat agar mudah dipotong dan cepat lunak. Sebaliknya, potong-potong hati ayam dalam ukuran agak besar agar tidak mudah hancur saat diolah.

1 Response so far »

  1. 1

    blackbox304 said,

    wes lawas pak…..


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: