Archive for palembang

Burgo

Sumber: Nurbaini Ana

Bahan Burgo:

250 gr tepung beras
50 gr sagu tani /tapioka
1 sdm air kapur sirih (echa: bisa diskip)
250 ml air mendidih
500ml air

Bahan kuah:

500ml santan
3 lbr daun salam
250gr ikan gabus, rebus, dan suwir-suwir halus dagingnya.
1/2 sdm ketumbar
2 cm lengkuas
1 ruas kencur
bawang putih
garam
50gr kelapa parut (echa: nggak pake)
bawang goreng untuk taburan

Cara Membuat: 

  1. Seduh sebagian tepung beras dg 250ml air mendidih, aduk rata.
  2. Tambahkan sisa tepung beras, sagu, (tapioka), garam, air kapur sirih, dan air. Aduk rata.
  3. Panaskan kukusan. Siapkan loyang persegi. Lapisi minyak. Buat dadar tipis, angkat lalu gulung, sisihkan. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Kuah: rebus bumbu halus dengan santan dan daun salam. Masukkan suwiran daging ikan. Didihkan, angkat.
  5. Penyajian: potong melintang gulungan burgo dengan lebar kurang lebih 1 cm. Masukkan ke dalam mangkok. Siram dengan kuah. Taburi bawang goreng. Sajikan dengan sambal.

sajikan burgo dg potongan dadar lalu siram dg kuah taburi bawang goreng sbgai pelengkap sajikan dg smbel goreng

Advertisements

Comments (2) »

Pais Udang

Sumber: Selera

Bahan :
300 g udang segar
3 bawang merah
2 siung bawang putih
2 cabe merah
1 sdt garam
1 sdt bubuk merica
200 g kelapa yang muda, parut
daun pisang secukupnya untuk membungkus
4 pucuk daun kemangi
Arang secukupnya, untuk membakar.

Cara Membuat:

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  2. Sisakan 4 udang. Udang yang lain dihaluskan bersama bawang merah, bawang putih, cabe merah, garam, dan bubuk merica.
  3. Campurkan udang dan bumbu yang telah dihaluskan dengan kelapa muda parut, aduk rata. Bagi 4.
  4. Ambil selembar daun pisang, letakkan 1 bagian campuran udang tahap 3, letakkan 1 udang utuh, dan kemangi. Bungkus baik-baik dan semat kedua ujungnya dengan biting. Teruskan untuk 3 bagian yang lain. Bakar di atas bara hingga matang.

Comments (1) »

Pais Tangkir

Sumber: Selera

Bahan :
250 g ikan tenggiri
1/2 sdt garam
1 sdm air jeruk nipis
100 g kenikir muda
daun pisang secukupnya secukupnya untuk membungkus

Bumbu Halus:

3 buah bawang merah
2 siung bawang putih
2 cabe merah
sekerat kencur
100 g kelapa yang muda, parut
1 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  2. Tenggiri dipotong 2, lumuri dengan garam dan air jeruk nipis.
  3. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan kencur. Campur dengan kelapa parut muda dan garam, aduk rata. Bagi 2.
  4. Ambil selembar daun pisang, letakkan 50 g daun kenikir muda dan satu bagian tenggiri berbumbu. Bungkus dan kedua ujungnya disemat dengan biting. Kukus hingga matang.

Comments (2) »

Gandus

Di Palembang disebutnya Gandus: Tapi kalau menilik resepnya, kudapan satu ini mirip dengan Talam Ebi. Berikut ini modifikasi saya dari resep keluarga kami di Palembang. Nyai (Nenek) tak pernah menggunakan tepung beras, beliau selalu mengisar sendiri beras.  Karena itu di resep ini ukuran tepung beras dan santannya saya kira-kira sendiri dengan mengingat rasa Gandus bikinan Nyai.

Bahan:
200 gr tepung beras
700 cc santan kental
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan

Taburan:
– Ebi, rendam, tiriskan, haluskan
– Seledri iris halus
– Bawang goreng

Cara Membuat:

  1. Rebus santan dengan garam dan daun pandan lalu dinginkan. Buang daun pandannya.
  2. Tuang santan ke dalam tepung beras sedikit demi sedikit hingga terbentuk larutan yang licin.
  3. Tuang larutan ke dalam loyang 22×22 yang telah diolesi minyak goreng tipis-tipis
  4. Kukus hingga matang.
  5. Beri bahan taburan dan kukus lagi sebentar saja agar taburan menempel.
  6. Angkat dan potong-potong bentuk belah ketupat.
  7. Lebih sedap dihidangkan hangat.

Catatan:

Jumlah tepung beras dan santannya tergantung jenis tepung berasnya. Seperti juga beras, jumlah air untuk menanaknya berbeda-beda antara satu jenis beras dengan lainnya. Sebaiknya dicoba dulu mengukusnya dalam porsi kecil. Kalau kurang keras bisa ditambahkan tepung sedikit demi sedikit. Bila terlalu keras, bisa ditambahkan santan.

Comments (5) »

Kue Lumpang

Ini salah satu kue favoritku waktu kecil. Yang pertama membuatku terkesan dengan kue satu ini adalah bentuknya yang seperti lesung atau lumpang. Kok bisa berlubang seperti itu, begitu pikirku heran. Rupanya si kapur sirih pembuat gara-garanya. Dulu Nyai (=Nenek dalam bahasa Palembang) selalu menggiling (ngiser) beras sendiri untuk membuat kue ini. Makanya meski aku telah mencoba berbagai merek tepung beras, rasanya tetap tak bisa mengalahkan beras iseran Nyai:-)

Bahan:
250 gr tepung beras (bisa juga 50 gr tepung berasnya diganti dengan 50 gr tapioka)
1/4 sdt kapur sirih
250 gr gula merah, pilih yang hitam (di Jerman aku biasa memakai cap wayang)
3 – 3,5 cup air
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan

Taburan:
Kelapa setengah tua yang diparut
garam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Rebus gula merah, daun pandan, dan air sampai semua gula larut, tambahkan garam, saring, dinginkan.
  2. Di mangkuk yang cukup besar, masukkan tepung beras, tepung maizena, dan kapur sirih.
  3. Tuang larutan gula merah sedikit demi sedikit ke dalam tepung hingga menjadi larutan yang halus.
  4. Jerangkan kukusan.
  5. Oles cucing/cetakan kue mangkok dengan minyak tipis-tipis. Susun dalam kukusan.
  6. Tuang adonan ke dalam cucing.
  7. Masak hingga kue membentuk lumpang dan matang (sekitar 10 menit)
  8. Kukus bahan taburan.
  9. Isi lumpang dengan bahan taburan.

Catatan:
– jumlah air sangat ditentukan oleh tepung berasnya. Biasanya saya mulai dengan 3 cup, lalu dicoba hasilnya. Kalau terlalu keras, tambahkan lagi air hingga menghasilkan tekstur kue yang diinginkan.
– Bila kurang manis, bisa juga ditambahkan gula pasir secukupnya.

Comments (7) »

Sambel Cengeh / Sambal Cengeh a la Keluarga Jatmiko

Ada juga yang menyebutnya Sambel Cengek. Tapi di keluarga besar kami di Palembang, disebutnya Sambal Cengeh. Sambal ini tanpa terasi. Rasanya pedas, manis, asam. Warnanya merah kehitaman. Pilih bahan yang segar dan gula yang bagus dan ‘hitam’. Kalau mau membuat minyak cabe, saat menumis, minyaknya ditambah sesuai kebutuhan, dan terakhir minyak yang menyumpul di permukaan diambil sebagai minyak cabe.

Bahan:
100 gr (atau sesuai selera) cabe merah (biasanya di sini pakai cabe Thailand)
6-8 siung bawang merah
3-4 siung bawang putih
100-125 gr gula merah/aren (biasanya di sini pakai yang cap wayang), iris-iris
200 cc air asam dari 1 ruas jempol asam jawa dan 200 cc air
garam secukupnya
Minyak untuk menumis

Cara Membuat:

  1. Haluskan cabe, bawang merah, dan bawang putih
  2. Panaskan minyak dalam wajan
  3. Tumis bumbu halus hingga matang
  4. Tuang air asam. Tambahkan gula merah dan garam. Aduk rata.
  5. Kecilkan api sambil sesekali diaduk.
  6. Angkat bila sambal sudah mengental. Jangan lupa dicicip:-)

Comments (6) »

MANGUT IKAN NILA

Sumber: Cooking adventure William Wongso

2 porsi

Bahan-bahan:
400 gram Ikan Nila

Bumbu yang dihaluskan:
60 gram Bawang merah
40 gram Bawang putih
75 gram Cabe merah besar
15 gram Kunyit
5 gram Terasi
30 gram Gula jawa
Secukupnya Garam
20 gram Kemiri
3 lembar Daun jeruk
100 gram Nanas
50 gram Daun kemangi
100 gram Tomat cherry
3 batang Sereh
100 mililiter Minyak goreng
75 mililiter Air

Cara Membuat
1. Bersihkan ikan, kemudian haluskan bawang merah, bawang putih, cabe, kemiri, kunyit, dan terasi,
2. Potong nanas menjadi dadu, dan belah dua tomat cherry,
3. Tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga matang, masukkan gula dan garam,
4. Siapkan piring pirex, taruh ikan diatas piring pirex,
5. Bubuhkan bumbu diatas ikan, kemudian tambahkan bahan-bahan lainnya.
6. Masukkan air, nanas, tomat, daun kemangi, daun jeruk, serta sereh, kemudian masukkan kedalam oven selama 15 menit dengan suhu 120º C atau hingga matang.
7. Hidangkan mangut selagi hangat.

Comments (2) »