Archive for tips

Cara Cepat Mengupas Bawang Putih

Kalau sedang harus membuat Cuko dalam jumlah banyak sering deh menghayal bawang putih kupas segar nya simsilabim langsung tersedia. Meski tidak abrakadabra, tapi tips di video ini sudah cukup membantu:-)

Comments (14) »

Konversi Resep Cake Sesuai Ukuran Loyang

Sumber: Mbak Ine <http://elkaje.multiply.com&gt;

Sering kali kita ingin mencoba suatu resep cake, tetapi tidak punya loyang yang pas dengan ukuran bahan dalam resep tersebut. Atau….ingin menyesuaikan kebutuhan, sehingga harus menyesuaian besarnya cake. Misalnya, di resep menggunakan loyang 30X30X7 cm, sementara kita hanya punya loyang bulat diagmeter 20 cm tinggi 7 cm.

Menghitung perbandingan resep tidaklah sesulit yang di kira, hanya bermodal rumus dasar matematika untuk menghitung volume suatu benda.

Langsung saya gunakan contoh sbb:

Resep Sponge cake

7    Kuning Telur
3    Putih Telur
75  Gula
50  Terigu
15  Maizena
15  Susu Bubuk
85  Margarine

Satu resep  ini menggunakan loyang ukuran, 20X20 tinggi cake 4 cm

Jika akan menggunakan loyang ukuran lain, dengan komposisi resep yang sama, gunakan perbandingan volume cake yang di harapkan.

Loyang 20X20 tinggi cake 4 (Asal) , volumenya adalah 20X20X4 = 1600

Loyang lain yang akan di gunakan (Target) : 30X30 tinggi 3 cm,  volumenya : 30X30X3 = 2700

Nilai pembanding yang dipakai sebagai peng-kali resep adalah :

Target/Asal, atau 2700/1600 = 1.6875

Semua bahan, di kali dengan nilai pembanding ini (1.6875) , sehingga komposisi bahan untuk loyang 30X30 dengan tinggi cake 3 cm adalah:

Pembulatan bahan, boleh ke atas atau ke bawah, selisih nol koma sekian gram bahan tidak akan berpengaruh pada tekstur kue.

Jika menggunakan loyang bulat, hitung volume cake dengan rumus volume tabung.
Misalkan loyang bulat ukuran diagmeter 20 cm, dengan tinggi cake 4 cm

Rumus volume tabung : 22/7 X R X R X T
maka hasil perhitungannya : 22/7 X 10 X 10 X 4 = 1257

Nilai pembanding yang dipakai sebagai peng-kali resep adalah

Target/Asal, atau 1275/1600 = 0.79 -> bulatkan jadi 0.8

Hitung bahan, dengan jumlah asli di kali 0.8, maka kita akan dapat komposisi bahan untuk loyang bulat 20 cm tinggi cake 4.

Jika kita sering membuat berbagai ukuran cake, agar tidak selalu harus hitung-menghitung, buatlah tabel komposisi bahan baku untuk resep ini. Contoh:

note: O/20t4 singkatan dari Bulat 20, tinggi 4

Bagaimana dengan loyang tulban? atau Loyang bentuk-bentuk lain yang susah di hitung volumenya? Tak perlu pusing-pusing, isi loyang tsb dengan air, lalu ukur volume air tsb menggunakan gelas ukur. Hasilnya, bisa dipakai sebagai volume target, lalu lakukan perbandingan spt di atas.

Leave a comment »

Cara Melapis Tart dengan Butter Cream

Sumber: Fatmah Bahalwan

  • rapikan potongan cake bagian samping dengan pisau gerigi tajam, sesuai bentuk. Bulat, kotak, atau bentuk lainnya.
  • Bila perlu semprot seluruh cake dengan simple syrup atau minuman  lain sesuai selera.
  • Poles cake dengan butter cream tipis-tipis saja, supaya semua remahan cake menempel sempurna pada cake-nya.
  • Setelah remahan di-’amankan’, mulailah proses melapis selanjutnya. Masukkan BC kedalam plastic segitiga, semprotkan merata diseluruh dinding cake dan bagian atasnya. Rapikan.
  • Gunakan Scrapper bermotif, atau scrapper polos untuk merapikan polesan bagian pinggir atau dinding cake dan juga bagian atasnya. Posisi scrapper adalah 45’ kemiringan, gerakkan satu arah memutar (pakai lazy suzan) sampai didapat polesan yang rapi dan licin.
  • Cake siap dihias.

Comments (14) »

Daya Tahan Kue Kering

Sumber: Sahak Pribadi

Soal kadaluwarsa kuker tergantung jenis kukernya misalnya :
1. Nastar, ini jenis kuker yang tidak tahan lama kurang lebih 1 – 3 bulan karena isi nastar mengandung air sehingga setelah pemanggangan menjadi lembab atau tidak garing.
2. Kastengel/cookies dan sejenisnya, ini kuker yang paling tahan lama karena dari resepnya banyak menggunakan bahan- bahan kering sehingga bisa bertahan 1- 6 bulan. Sebab setelah pemanggangan kuker tersebut makin garing/ renyah.

Tips – tips untuk membuat kuker tahan lama antara lain :
1. Pilih bahan – bahan yang masih lama kadaluwarsannya.
2. Pakai tepung yang benar – benar kering. misalnya sebelum dipakai kita jemur dahulu atau disangrai.
3. Kalau memakai isi masak isinya harus benar – benar sudah kering atau sampai matang.
4. Pengunaan margarin atau batter jangan berlebihan.
5. Pemanggangan harus benar – benar dipastikan sudah matang.
6. Alasi kuker dengan kertas tissue untuk menyerp minyak setelah keluar dari oven.
7. Jangan terlalu cepat dimasukan kedalam kemasan tunggu sampai benar – benar dingin.

Comments (1) »

Mengolah Bahan Makanan

Sumber: ???

Mengolah Ikan

  • Ikan bisa dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu seawater (ikan air laut), freshwater (ikan air tawar), preserved fish (ikan awetan), dan shellfish (kerang, kepiting, udang, cumi).
  • Kunci utama mengolah ikan harus segar. Tanda-tanda kesegaran ikan lebih mudah dilihat dalam bentuk ikan utuh. Matanya lembab, cerah, dan menonjol. Insangnya bersih berwarna merah cerah. Badannya kenyal. Kulitnya mengkilap dan basah jika disentuh. Baunya segar dan tidak busuk.
  • Ikan termasuk bahan makanan yang mudah busuk karena itu beli ikan dalam keadaan sesegar mungkin dan siangi segera. Cuci bersih dan masak segera dengan teknik memasak yang praktis dan cepat. Sebab, jika ikan dimasak terlalu lama daging akan keras dan kering.
  • Untuk ikan yang banyak mengandung lemak, seperti makarel dan salmon, akan lebih mudah busuk daripada ikan putih yang tidak begitu berlemak, karena minyak pada ikan tersebut yang membuat ikan cepat menjadi busuk.
  • Jika ikan akan disimpan di freezer, bungkus ikan dalam kantong plastik atau wadah khusus sehingga aromanya tidak mengganggu bahan makanan lain.

*****

Mengolah Daging Sapi

Santapan berbahan dasar daging selalu lezat dan mengundang selera makan. Daging juga sangat luwes diolah menjadi berbagai macam sajian. Tapi, cara pengolahannya harus tepat, lo. Jika tidak, maka daging tak lagi jadi makanan yang lezat.

  • Pastikan membeli daging di tempat yang bersih dan ada terjamin kesehatannya.
  • Bersihkan daging segera begitu sampai di rumah. Cuci daging di bawah air mengalir agar kotoran larut bersama air.
  • Cuci selalu tangan sebelum dan setelah mengolah daging.
  • Pastikan peralatan masak dan area masak bersih. Cara ini untuk menghindarkan daging terkontaminasi bakteri.
  • Cairkan daging yang telah beku sebelum dimasak, dan jangan dimasukkan kembali sisa daging ke dalam freezer. Cukup simpan daging dalam lemari pendingin.
  • Belilah daging sapi yang berwarna merah cerah, aromanya segar dan tidak mengandung kotoran.

PILIH BAGIAN YANG TEPAT
Agar hasil masakan maksimal, pilih bagian daging yang tepat.

  • Untuk hidangan rebus, seperti soto atau rawon, pilih daging dari bagian lamusir yang mengandung sedikit lemak.
  • Untuk kaldu, pilih daging bagian paha atau tulang.
  • Untuk rendang, pilih daging bagian paha, karena daging ini tidak mudah hancur.
  • Untuk hidangan tumis, yang tidak memerlukan waktu memasak yang lama, pilih daging has. Daging has ini cocok juga untuk hidangan daging gulung.
  • Untuk steak, pilih daging yang dipotong khusus untuk steak yang biasanya diambil dari bagian has.

CARA MENYIMPAN DAGING

  • Masukkan daging dalam lemari pendingin, sampai rasa dingin mengalir rata hingga bagian dalam daging.
  • Setelah itu baru masukkan daging ke dalam freezer. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi pembusukan di bagian dalam daging atau hanya beku di bagian luar.
  • Periksa selalu temperatur pada lemari pendingin/freezer.

*****

Mengolah Udang
Tak hanya daging sapi dan ayam, udang pun sangat luwes untuk direka-reka menjadi beragam masakan. Dikukus, ditumis, digoreng, dipanggang atau direbus.Proses memasaknya juga tak lama.

  • Jangan terlalu banyak menambahkan bumbu kala memasak udang karena akan merusak aroma dan penampilan udang.
  • Pilih udang yang masih dalam keadaan segar: badannya tidak lembek, tidak berbau busuk, warnanya segar.
  • Bila memakai udang beku, pindahkan dulu udang ke dalam lemari pendingin semalaman sampai esnya lumer.
  • Udang juga jangan dimasak terlalu lama atau matang, karena citarasanya akan menjadi hambar.

*****

Mengolah Daging Ayam

  • Pilih ayam potong yang segar, yaitu warnanya putih kekuningan, dagingnya kenyal, dan aromanya segar.
  • Siangi ayam hingga bersih agar masakan beraroma enak dan tidak amis.
  • Setelah ayam disiangi, cuci di bawah air mengalir agar semua kotoran hilang. Tiriskan dengan baik.
  • Lumuri ayam dengan air jeruk nipis atau jahe parut untuk menghilangkan aroma amis ayam. Diamkan 10 menit, lalu tiriskan.
  • Setelah disiangi, dapat juga dibakar di atas bara api untuk menghilangkan aroma amis dan bulu-bulu halus yang masih menempel pada ayam. Sebelum diolah, lipat sayap ayam, agar bentuknya tetap cantik.
  • Saat dimasak, daging ayam akan mengeluarkan air. Untuk itu, jumlah cairan yang dituangkan harus dilakukan bertahap agar masakan tak terlalu banyak air.

MENGOLAH HATI AYAM DAN AMPELA

Hati dan ampela ayam merupakan jeroan ayam yang paling sering diolah sebagai lauk.

  • Pilih hati ayam yang warnanya terang dan merata, tidak ada tonjolan atau bercak di permukaannya.
  • Jika bisa, pilih yang ukurannya sama.
  • Sebelum dicuci, bersihkan atau angkat lemak tebal yang menutupi ampela dan hati ayam. Untuk hati ayam, angkat juga empedu yang ada di bagian bawah. Cuci hingga bersih lalu tiriskan.
  • Untuk mengurangi aroma yang agak anyir, lumuri hati dan ampela dengan air jeruk nipis dan biarkan minimal selama 30 menit. Kecuali mengurangi bau, rasa asam jeruk juga membuat cepat lunak. Bilas dengan air bersih lalu tiriskan.
  • Ampela ayam lebih liat dan lama empuknya. Sedangkan hati ayam lebih cepat lunak. Karena itu ada baiknya rebus ampela dalam air mendidih selama beberapa saat agar mudah dipotong dan cepat lunak. Sebaliknya, potong-potong hati ayam dalam ukuran agak besar agar tidak mudah hancur saat diolah.

Comments (1) »

Pembuatan Tahu alias Tofu

How To Make Tofu

You need:
600 g (21 oz) Soy beans
20 g (0.7 oz) Edible anhydrous calcium sulfate
250 ml lemon juice can be used as tofu coagulator to replace calcium sulfate (echa: video pertama menggunakan magnesium chlorida sebagai koagulan nya).

Blender
Cheesecloth (echa: bisa juga menggunakan serbet bersih)
containers
Mold (echa: bisa apa saja yang berlubang bawahnya, seperti kontainer buah dariplastik)
Heavy object

How-to:

  1. Cleanse the soybeans and soak in water for 6 hours in summer, or 12 hours in winter.
  2. Blend the soaked soybeans in several portions with 4200 ml water.
  3. Filter milk from the soy with cheesecloth.
  4. Cook soymilk for 10 minutes over medium heat until the fragrance of the soymilk is noticeable. Keep stirring the milk while cooking.
  5. Turn to low heat and continue cooking until boiling.
  6. Measure the temperature of the soymilk. The ideal temperature is about 85 degree C (185 deg F) if calcium sulfate is used as coagulator; or 40 deg. C (140 deg. F) if lemon juice is used.
  7. Use 20 g (0.7 oz) calcium sulfate mixed with 250 ml water, OR use 250 ml lemon juice (without water), as coagulator.
  8. Mix water and calcium sulfate evenly.
  9. Pour the coagulator into a container and shake well.
  10. Hold the soymilk 60 cm (24″) above the coagulator and quickly pour into the container.
  11. Do not move or shake the container and let the mixture set for 5 minutes until the soya pudding is set.
  12. Cover the mold with a big piece of cheesecloth. The mold has to have the ability to drain water.
  13. Gently break the soya pudding into pieces and put into the cheesecloth in the mold.
  14. Cover with the cheesecloth.
  15. Close up the mold and put the heavy object on top of the mold.
  16. Leave the weight on for 25 minutes for soft tofu, 30 minutes for medium tofu, or 35 minutes for hard tofu.
  17. When the tofu is ready, remove the mold.

*************

versi II: http://metta-marisinggah.blogspot.de/2012/06/tahu-cukabuatan-sendiri.html?m=1

Comments (5) »

Langkah-langkah Membuat Tart Boneka/Doll Cake/Barbie Cake)

Comments (1) »